Senin, 05 Januari 2009

RUMAH SAKIT DI GAZA MEMBUTUHKAN GENERATOR LISTRIK


Picture not Available








Suasana di Rumah Sakit Shifa di Gaza.

bb

Selasa, 06 Januari 2009 06:10 WIB

Metrotvnews.com, Gaza: Setelah 10 hari serangan militer Israel dilakukan di Gaza, rumah sakit terbesar di Gaza, yakni Rumah Sakit Shifa, kini telah dipenuhi korban-korban terluka. Hingga kini korban terluka maupun tewas terus berdatangan ke rumah sakit tersebut.

Saat ini para dokter dan perawat di rumah sakit sibuk bekerja siang dan malam. Sementara pasokan listrik di rumah sakit saat ini hanya mengandalkan generator, karena serangan udara Israel telah merusak kabel saluran listrik yang ada di daerah tersebut. Sudah tiga hari saluran listrik di Gaza mati.

Kekacauan sempat terjadi di rumah sakit ini, khususnya sejak serangan darat Israel mulai dilakukan Sabtu malam lalu. Sejumlah warga yang terluka harus dirawat di lorong-lorong rumah sakit, karena seluruh tempat tidur di ruang gawat darurat sudah penuh.

Petugas bagian penerimaan pasien menyatakan, kapasitas di rumah sakit tersebut hanya dapat menampung puluhan korban, bukan ratusan atau ribuan korban. Sementara sejak serangan Israel dilakukan, sebanyak 2.500 warga dilaporkan terluka dan sebagian besar di antaranya dirawat di RS Shifa.

Petugas kesehatan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan, saat ini Israel telah membolehkan masuknya bantuan medis dan obat-obatan ke Gaza. Namun yang paling dibutuhkan saat ini adalah, ketersediaan generator listrik untuk memback-up generator yang ada.(RIZ)

Tidak ada komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini