Sabtu, 03 Januari 2009

PELUANG TIM MEDIS INDONESIA MASUK GAZA KECIL


Picture not Available








Tim Medis Indonesia saat bertemu perwakilan PBB di Amman, Jordania.

bb

Sabtu, 03 Januari 2009 09:03 WIB

Metrotvnews.com, Amman: Tim Medis Indonesia yang membawa bantuan untuk warga ke Palestina bertemu Tim PBB di Yordania yang dipimpin Peter Ford. Seperti dilaporkan melalui saluran telepon oleh reporter Metro TV Mahendro Wisnu langsung dari Yordania, dalam pertemuan dibicarakan kondisi terakhir di Gaza dan kemungkinan tim medis Indonesia untuk masuk ke wilayah konflik guna memberikan bantuan bagi warga Gaza.

Dalam diskusi terungkap, peluang Tim Medis Indonesia untuk masuk Gaza cukup kecil. Karena untuk masuk ke sana diperlukan izin dari Israel. Padahal, Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Peter juga menjelaskan kondisi di Gaza yang amat tidak aman. Sejauh ini delapan stafnya meninggal di Gaza akibat serangan Israel. Keamanan bagi pekerja kemanusiaan di Gaza amat tidak kondusif.

Kondisi warga di Gaza, kata Peter, seperti tahanan kota. Dalam 24 jam terakhir banyak warga asing yang keluar, terutama menuju ke Mesir. Ini terjadi karena rumor yang beredar serangan darat akan segera dilakukan Israel. Sayangnya, Israel tidak membuka perbatasan Gaza dengan Mesir bagi warga yang ingin mendapatkan pertolongan. PBB juga kesulitan untuk mengirim bantuan. Gudang-gundang PBB untuk menyimpan bantuan sudah kosong. Tiga rumah sakit di Gaza juga sudah penuh pasien dan kini mulai kekurangan obat-obatan.

Tim Medis Indonesia terdiri atas dua dokter dan lima para medis. Mereka berasal dari relawan medis MER-C, Persatuan Umat Islam dan Departemen Kesehatan. Mereka membawa bantuan obat-obatan senilai Rp 2 miliar.(DOR)

Tidak ada komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini