Senin, 05 Januari 2009

Indonesia Siap Jadi Tim Pemantau di Gaza


Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa pemerintah Indonesia menjadi tim pemantau di Jalur Gaza jika gencatan senjata tercapai. "Apabila PBB dan masyarakat internasional setuju mengenai adanya monitoring team maka Indonesia bersedia mengirimkan putra-putri terbaiknya menjadi bagian dari tim tersebut," kata Presiden Yudhoyono di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Senin (5/1) malam, usai menerima Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz Mehdevi.

Namun, lanjut Presiden, hal itu akan dilakukan dengan syarat gencatan senjata terwujud di Jalur Gaza karena pemerintah Indonesia juga harus mempertimbangkan keamanan. "Karena keselamatan putra-putri Indonesia juga penting," katanya.

Kepala Negara juga mengatakan bahwa pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan tenaga media terbaiknya untuk dikirim ke daerah-daerah tempat pengungsian warga Jalur Gaza yang menjadi korban agresi Israel. Pemerintah Indonesia juga terus berkomunikasi dengan seluruh pihak di Palestina untuk memastikan bantuan kemanusiaan yang dikirim pemerintah Indonesia tiba tepat waktu di Jalur Gaza mengingat saat ini pintu keluar atau pun masuk ke wilayah itu sangat dinamis.

Presiden Yudhoyono mengatakan selain mengirimkan bantuan kemanusiaan--berupa uang tunai senilai US$ 1 juta, makanan dan obat-obatan, serta mempersiapkan tim media--Indonesia juga terus melakukan berbagai upaya diplomasi untuk menekan Israel agar menghentikan agresinya atas Palestina. "Tujuannya adalah untuk mendesak DK PBB guna mengeluarkan resolusi agar dapat betul-betul dilakukan gencatan senjata di Palestina dan Israel menghentikan serangan," katanya. Termasuk mempertimbangkan diselenggarakannya suatu sidang darurat Majelis Umum PBB.

Sebelumnya Presiden Yudhoyono menerima Dubes Palestina untuk mendengarkan mengenai kondisi terakhir di Jalur Gaza dan mencari tahu kebutuhan utama warga Palestina saat ini. Usai pertemuan yang berlangsung selama lebih kurang satu jam, Dubes Palestina saat ditanya mengenai kegiatan sejumlah organisasi di Indonesia yang berniat mengumpulkan massa ke Palestina mengatakan bahwa hal itu meningkatkan moral warga Palestina bahwa masih banyak orang yang berpihak pada mereka.

Fariz Mehdevi mengatakan bahwa sekalipun ia mengapresiasi keinginan itu namun pintu perbatasan menuju ke Jalur Gaza saat ini sangat tidak aman. Dia juga mengatakan bahwa kedua belah pihak perlu kembali berunding untuk mencari solusi dari konflik.(TOZ/ANTARA)

Tidak ada komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini